Iklan

Nurhayati, Warga Kelurahan Majasari yang Belum Tersentuh Bantuan Sosial dan Bantuan Pendidikan untuk Cucunya

Kamis, 05 Februari 2026, Februari 05, 2026 WIB Last Updated 2026-02-05T19:33:50Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Nurhayati, Warga Kelurahan Majasari yang Belum Tersentuh Bantuan Sosial dan Bantuan Pendidikan untuk Cucunya

Prabumulih, Kamis, 6 Februari 2026
Media Online BERANI


Dalam kegiatan kontrol sosial yang dilakukan tim awak media online BERANI di wilayah Kelurahan Majasari, Kecamatan Prabumulih Selatan, ditemukan seorang warga lanjut usia yang hingga kini belum pernah menerima bantuan sosial pemerintah, baik Program Keluarga Harapan (PKH) lansia maupun bantuan pendidikan untuk cucunya.

Warga tersebut adalah Nurhayati (60), yang berdomisili di RT 01 RW 04 Kelurahan Majasari. Kepada awak media, Nurhayati mengungkapkan kisah hidupnya yang serba kekurangan, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan cucunya yang masih bersekolah.

“Saya tidak pernah dapat bantuan apa pun, kecuali KIS. Kadang saya menangis sendiri melihat cucu saya tidak bisa ke sekolah karena tidak ada ongkos,” ungkap Nurhayati dengan mata berkaca-kaca.

Ia menjelaskan, keinginannya untuk bekerja sering terbentur usia dan kondisi kesehatan. Sementara sang suami hanya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, berkisar antara Rp20.000 hingga Rp30.000 per hari, bahkan kerap tidak memperoleh penghasilan sama sekali.

Nurhayati juga mengaku telah mengajukan bantuan melalui pihak kelurahan lebih dari satu tahun lalu, namun hingga kini belum ada kejelasan. Kekhawatiran terbesarnya adalah masa depan sang cucu apabila dirinya dan suami meninggal dunia.

“Orang tua cucu saya, ibunya meninggal saat melahirkan, dan ayahnya tidak pernah memberi kabar. Kami yang mengasuhnya sejak kecil. Saya takut, kalau saya mati nanti, cucu saya mau jadi apa,” ujarnya lirih.

Ia menambahkan bahwa anak-anaknya yang lain juga hidup dalam keterbatasan dan memiliki tanggungan keluarga masing-masing. Kondisi kesehatan dirinya dan suami yang sering sakit-sakitan semakin memperberat keadaan.

“Kadang kami tidak makan, Pak, demi memberi ongkos sekolah cucu saya. Saya mohon, kalau saya tidak dibantu tidak apa-apa, tapi tolong cucu saya agar bisa sekolah dan meraih cita-citanya,” katanya sambil menangis.

Nurhayati berharap Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, dapat mendengar jeritan hatinya dan melihat langsung kondisi kehidupan keluarganya. Ia yakin pemerintah kota memiliki kepedulian terhadap masyarakat kecil seperti dirinya.

Sementara itu, Ketua RT 01 RW 04 Kelurahan Majasari, Richard Fernando, SH, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Nurhayati dan suaminya, Waluyo, pernah menyampaikan keluhan kepadanya.

“Sudah saya ajukan melalui aplikasi Cek Bansos. Ternyata data Ibu Nurhayati sudah terdaftar, namun belum terealisasi bantuannya,” jelasnya.

Richard menambahkan bahwa sebagai Ketua RT yang baru menjabat, ia memberikan perhatian khusus dengan membantu kebutuhan sekolah cucu Nurhayati secara pribadi serta membuka pintu pelayanan 1 x 24 jam bagi warganya.

“Kami selaku perpanjangan tangan pemerintah akan terus mengakomodir dan melayani kepentingan warga secepat mungkin,” tegasnya.

Pemberitaan ini disampaikan demi kepentingan publik, dengan harapan pemerintah dapat segera memberikan perhatian dan solusi nyata. Sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 34 UUD 1945:

(1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.
(2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.

Tim Redaksi

Komentar

Tampilkan

Terkini